62 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Johnson dan Johnson Terancam Harus Dibuang Jika Terbukti Terkontaminasi

oleh -10 views

TRIBUNNEWS.COM – Setelah 15 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson rusak, kini 62 juta dosis lainnya dilaporkan terancam dibuang jika terbukti terkontaminasi.

Pada bulan Februari lalu, para pekerja di sebuah pabrik yang dijalankan oleh Emergent BioSolutions – sebuah perusahaan bioteknologi Amerika yang dikenal memproduksi vaksin antraks – tanpa sadar mencemari sekitar 15 juta dosis vaksin Johnson & Johnson dengan AstraZeneca.

Dosis tersebut akhirnya rusak secara permanen, New York Times pertama kali melaporkan.

Kini, 62 juta dosis vaksin Johnson & Johnson yang telah dibuat di pabrik itu harus diperiksa untuk memastikan tidak terkontaminasi, lapor The Times.

Baca juga: Alami Reaksi Langka setelah Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, Pria di Virginia Masuk UGD

Baca juga: Hanya Sekali Suntik, WHO Beri Izin Penggunaan Darurat Vaksin Johnson & Johnson

Foto ilustrasi Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson 17 November 2020.
Foto ilustrasi Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson 17 November 2020. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Jika terkontaminasi, vaksin itu juga harus dibuang.

Pabrik tersebut telah menghasilkan setidaknya 150 juta dosis vaksin Johnson & Johnson secara total.

Tetapi belum ada dosis yang digunakan karena pabrik itu belum disertifikasi oleh regulator untuk mendistribusikan dosis ke publik, lapor The Times.

Mengenal Vaksin Covid-19 dari Johnson & Johnson, Hanya Butuh Satu Kali Suntikan

Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson telah mendapat izin penggunaan darurat oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada 27 Februari lalu.

Tidak seperti mRNA, vaksin dua dosis dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang satu ini membutuhkan hanya satu dosis.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *