Australia Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer

oleh -36 views

TRIBUNNEWS.COM – Australia menyetujui penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 pada hari Senin (25/1/2021­), setelah diberitahu bahwa Astra Zeneca mengalami kekurangan pasokan vaksin.

Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan kepada wartawan, vaksinasi kelompok prioritas dengan vaksin Pfizer diharapkan akan dimulai pada akhir Februari dengan 80.000 dosis per minggu, dilansir dari Reuters, Senin (25/1/2021).

Pfizer telah mengatakan kepada pemerintah Australia bahwa mereka mengantisipasi pasokan vaksin secara berkelanjutan.

Pfizer memastikan akan memberikan panduan produksi global “di pertengahan Februari hingga Maret dan seterusnya setiap minggu,” katanya.

Pembaruan peluncuran di Australia dilakukan setelah AstraZeneca Plc mengatakan kepada pejabat Uni Eropa pada hari Jumat bahwa mereka akan memotong pengiriman vaksinnya ke blok tersebut sebesar 60% pada kuartal pertama karena masalah produksi.

Baca juga: Sekkab Jepang Akui Kesulitan Jadwalkan Program Vaksinasi Covid-19

Hunt mengatakan AstraZeneca telah memberi tahu Australia bahwa perusahaan tersebut mengalami guncangan pasokan yang signifikan.

“Itu berarti kami tidak akan mendapatkan sebanyak mungkin dari internasional AstraZeneca pada bulan Maret seperti yang mereka janjikan sebelumnya” kata Hunt.

Vaksin AstraZeneca belum disetujui oleh Australia. Sebelumnya negara itu mengharapkan vaksin Astra Zeneca untuk pasokan domestik pada bulan Maret, dengan 1 juta dosis per minggunya.

“Keputusan untuk membayar premi untuk kapasitas produksi vaksin di darat, aman, berdaulat melalui CSL, yang menempatkan Australia pada posisi yang jauh lebih aman daripada hampir semua negara lain di dunia,” kata Hunt.

Australia telah menetapkan target 4 juta dosis vaksin hingga April. Mereka juga telah berkomitmen untuk memasok vaksin ke negara-negara Kepulauan Pasifik pada waktu yang akan datang.

Vaksin Pfizer untuk sementara telah disetujui oleh Therapeutic Goods Administration’s (TGA) untuk warga Australia yang berusia 16 tahun ke atas.

Australia akan memberikan dua dosis vaksin untuk setiap penerima pada waktu yang direkomendasikan.

Petugas karantina dan perbatasan, petugas kesehatan garis depan dan staf perawatan lansia dan penyandang disabilitas akan menjadi kelompok pertama yang menerima vaksin.

Australia hanya memiliki kurang dari 28.800 kasus dalam satu tahun terakhir, mayoritas terjadi di negara bagian Victoria, dan 909 kematian.
 

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.