Beginilah Cara Kerja Penyuapan Korupsi di Jepang Melibatkan Menteri

oleh -32 views

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Salah satu perusahaan produsen telur terbesar di Jepang Akita Foods bermarkas di Fukuyama Hiroshima, tampaknya sangat dekat dengan para pejabat menteri bahkan juga PM Jepang.

“Salah satunya menjamu para pejabat mereka dengan kapal pesiar luksnya yang telah dimiliki Akita Foods sedikitnya 10 tahun terakhir ini,” ungkap sumber Tribunnews.com Selasa (19/1/2021).

Di kapal pesiar luks tersebut pejabat dijamu dengan wanita cantik, makanan enak dan sebagainya sambil menitipkan pesan perusahaan untuk kepentingan usahanya.

Koya Nishikawa mantan Menteri Pertanian peternakan kehutanan dan perikanan Jepang mengakui pernah diibawa ke kapal pesiar tersebut sehingga  harus mengundurkan diri.

Demikian pula mantan menteri pertanian lainnya Takamori  Yoshikawa telah disidik kejaksaan Jepang menerima uang tunai sedikitnya 18 juta yen dari mantan bos Akita Foods Yoshinori Akita.

Skandal besar tersebut pula yang membuat bos Akita Foods itu harus mengundurkan diri  dari perusahaannya dan berhadapan dengan sanksi penjara dari kejaksaan Jepang.

Menurut masyarakat, perusahaan sudah memiliki kapal penjelajah besar selama lebih dari 10 tahun dan mengundang orang-orang dari industri telur ayam.

Yoshinori Akita, perwakilan grup perusahaan, sempat berkata, “Jangan pernah memanggil anggota atau pejabat yang sedang menjabat.”

Diakuinya pula   bahwa dua pejabat pemerintah, Nishikawa dan Motokawa pernah bergabung di kapal pesiar untuk pertama kalinya pada bulan Juli 2020.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.