Era Presiden Donald Trump Tinggalkan Kerusakan Besar Politik di Eropa

oleh -29 views

TRIBUNNEWS.COM, ATLANTA – Kepemimpinan Presiden Donald J Trump meninggalkan bau busuk di Eropa, sehingga sulit melihat dalam empat tahun, Joe Biden bisa memulihkan kembali aliansi terpenting Amerika itu.

Minggu ini, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo membatalkan perjalanan terakhir ke Eropa, yang sedianya hendak menemui para pemimpin Eropa dan NATO.

Departemen Luar Negeri mengklaim alasan pembatalan tur itu agar Pompeo bisa membantu transisi Trump ke Biden.

Tapi para pejabat Eropa curiga diplomat top Amerika itu berusaha mengatur perjalanan, bertepatan upacara kenegaraan yang tidak ia kehendaki untuk hadir.

Ulasan panjang ini ditulis produser senior CNN, Luke McGee, di laman CNN, Sabtu (16/1/2021). Luke McGee juga jurnalis senior CNN Internasional.

Baca juga: Menlu AS Mike Pompeo Ditolak Bertemu Pejabat Negara-negara Eropa

Baca juga: Mike Pompeo Mengklaim Tanpa Bukti bahwa Iran Adalah Basis Baru Al-Qaeda

Baca juga: Pompeo Nyatakan Houthi sebagai Kelompok Teroris, Dikhawatirkan akan Perburuk Krisis Yaman

Sepanjang masa jabatan Trump, menurut McGee, Eropa seperti berjalan di tali. Mereka mencoba menyeimbangkan antara kecaman atas perilaku paling merusak Trump, dan tidak bermaksud pemimpin itu dari barat.

Mike Pompeo tidak mungkin diterima secara hangat dalam tur perpisahannya, bahkan sebelum ‘pemberontakan’ di Capitol Hill pecan lalu.

Bagi banyak orang, hasutan Trump untuk para perusuh adalah pukulan terakhir. Pompeo membatalkan perjalanan Eropa menyusul ‘penghinaan’ Luksemburg

Ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berjalan memenuhi jalan-jalan kota saat mereka menuju Gedung Kongres US Capitol di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021) waktu setempat. Ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melakukan aksi demonstrasi dengan menyerbu dan menduduki Gedung Capitol untuk menolak pengesahan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Donald Trump dalam Pemilu Amerika 2020 lalu. Mereka menduduki Gedung Capitol setelah sebelumnya memecahkan jendela dan bentrok dengan polisi. AFP/Joseph Prezioso
Ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berjalan memenuhi jalan-jalan kota saat mereka menuju Gedung Kongres US Capitol di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021) waktu setempat. Ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melakukan aksi demonstrasi dengan menyerbu dan menduduki Gedung Capitol untuk menolak pengesahan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Donald Trump dalam Pemilu Amerika 2020 lalu. Mereka menduduki Gedung Capitol setelah sebelumnya memecahkan jendela dan bentrok dengan polisi. AFP/Joseph Prezioso (AFP/Joseph Prezioso)

Ejekan Menlu Luksemburg pada Trump  

Menteri Luar Negeri Luksemburg secara terbuka menyebut Trump sebagai “pyromaniac”. Sementara para diplomat secara pribadi mengatakan mereka “menyalahkan Trump atas kekacauan di Amerika.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.