Fakta-fakta, Kejanggalan, hingga Titik Terang Pembunuhan Sadis Dalang Ki Anom Subekti Sekeluarga

oleh -36 views

TRIBUN-VIDEO.COM – Kematian seniman bernama Anom Subekti dan juga tiga anggota keluarganya secara mengenaskan menggegerkan warga Desa Turusgede, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (4/2/2021).

Tiga anggota keluarga yang juga ditemukan tewas bersamanya ialah istrinya, Tri Purwati (50); putrinya, AS (13); dan cucunya, GLK (11).

Mereka tewas dengan luka lebam dan pendarahan di area kepala.
Dari penyelidikan yang telah dilakukan, polisi telah menemukan sejumlah fakta.

Tak Ada Barang Hilang hingga Motif Dendam

Polisi telah memastikan bahwa tidak ada barang yang hilang dari kediaman seniman Anom Subekti di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Rembang.

Hal ini membuat polisi menduga bahwa kasus terbunuhnya Anom beserta istri, anak, dan cucunya dilatarbelakangi motif dendam.

“Korbannya satu keluarga, tapi tidak ada barang yang diambil pelaku,” terang Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre, Jumat (5/2/2021).

Hingga kini, polisi telah memeriksa empat orang saksi awal dan pihak keluarga korban.

Dari situ, polisi tidak menemukan indikasi perampokan.

Dihantam Benda Tumpul saat Tidur

Hasil autopsi dari Tim Forensik Polda Jateng menunjukkan bahwa mereka berempat dihantam benda tumpul berulang kali saat masih tidur.

Mereka diperkirakan dibunuh pada tengah malam.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Semarang yang memimpin proses autopsi, Kombespol Sumy Hastry Purwanti, mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa keempat jenazah secara menyeluruh.

Sumy menyatakan para korban hanya mengalami luka pada bagian kepala saja.

Hal ini lantaran tak ditemukan luka bekas kekerasan pada bagian tubuh lain.

Bukti terkait dengan informasi yang menerangkan bahwa korban dihabisi nyawanya saat tengah tertidur adalah tak ada perlawanan yang dilakukan oleh para korban.

“Keempatnya meninggal karena hantaman benda tumpul di bagian kepala. Di bagian tubuh lain tidak ada tanda kekerasan,” jelas dia ketika diwawancarai awak media di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Kamis (4/2/2021) sore.

“Sepertinya korban dihantam benda tumpul dalam keadaan istirahat, masih tidur. Sebab tidak ada tanda perlawanan. Ada hantaman berulang, lebih dari dua kali, di kepala bagian depan dan atas,” tandas dia.

Ada Suara Knalpot Brong

Ketua RT 4 RW 1 Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, mengaku mendengar suara motor berknalpot brong pada tengah malam menjelang ditemukan tewasnya keluarga Dalang Ki Anom Subekti.

“Sekitar jam 12 malam tadi saya dengar ada satu motor brong wara-wiri (mondar-mandir),” ujar dia.

Sementara, Pj Kepala Desa setempat, Raslin, mengaku terkejut ketika mendapat laporan bahwa Anom dan keluarganya tewas terbunuh.

Ia menyebut, padepokan milik Anom Subekti memang merupakan wilayah permukiman baru. Letaknya agak jauh dari permukiman lain.

“Ini tempat untuk sanggar latihan tari dan gamelan. Kalau malam minggu untuk latihan,” ucap dia.

Ia menyebut, ke depan ia akan memperketat penjagaan dengan memaksimalkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

“Saya masih baru Pj di sini, nanti saya pastikan Siskamling di sini masih aktif atau tidak,” tandas dia.

Polisi Temukan Sejumlah Sidik Jari di TKP

Polres Rembang saat ini terus mencari jejak pelaku yang membunuh seniman Anom Subekti dan tiga anggota keluarganya yang lain.

Dari olah TKP polisi berhasil mendapat titik terang yakni dengan penemuan sejumlah sidik jari yang diduga milik pelaku.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengungkapkan, pelaku pembunuhan satu keluarga di Desa Turusgede itu diduga beranggotakan lebih dari satu.

“Nanti kami sampaikan, lebih dari satu (pelaku),” ucap Bambang Sugito kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).
Dalam pengungkapan kasus pembunuhan itu, Polres Rembang mengerahkan sekira 44 personel gabungan.

Anggotanya disebar di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyisiran mencari barang bukti.

“Ada perkembangan. Ini melakukan tindak lanjut penyelidikan lanjutan, jadi pencarian barang bukti. Kalau di sekitar TKP kami perluas radius 200 meter, semuanya kami sisir bersama personel gabungan,” jelas Bambang Sugito.

Polisi hingga kini terus menyelidiki kasus pembunuhan dalang Ki Anom Subekti dan tiga anggota keluarganya.

Berbagai upaya telah dilakukan guna mengungkap kasus ini.
Mulai dari meminta keterangan saksi hingga mengamankan barang bukti yang tertinggal di lokasi.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, diduga motif dendam yang melatarbelaknagi kasus ini. (*)

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.