FPCI Sebut Kudeta Militer dan Penangkapan Aung San Suu Kyi Bentuk Kemunduran Demokrasi di Myanmar

oleh -49 views

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Asosiasi kebijakan luar negeri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) prihatin dengan terjadinya peristiwa politik di Myanmar.

Penahanan Aung San Suu Kyi dan sekutu politiknya merupakan langkah mundur dalam konsolidasi demokrasi Myanmar.

“Kami menyadari bahwa ada banyak Pemilu di seluruh dunia yang tidak sempurna dan berantakan, dibebani oleh ketidakpercayaan, penyimpangan, dan kurangnya kepercayaan. Namun, perbedaan elektoral tidak boleh diselesaikan dengan segala bentuk intervensi militer,” kata Dino Patti Djalal selaku Ketua FPCI dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Kudeta Militer di Myanmar, Apa yang Kita Ketahui Sejauh Ini?

Ia mengatakan pengambilalihan militer dan pemberlakuan keadaan darurat selama satu tahun tidak memiliki dasar hukum, politik, dan moral yang kredibel.

Hal tersebut justru menciptakan preseden buruk lainnya bagi proses pembangunan Myanmar.

Menurutnya militer di Myanmar seharusnya tidak menjadi hakim dan penengah Pemilu.

Tugas itu seharusnya diserahkan kepada komisi pemilihan dan mahkamah konstitusi.

“Memang, kemajuan demokrasi di Myanmar membutuhkan militer untuk bergerak secara tegas ke arah menjauh dari politik praktis, dan tidak memperkuat peran lengan kuatnya di dalamnya,” kata dia.

Baca juga: Inggris Panggil Duta Besar Myanmar Sikapi Kudeta Militer Terhadap Pemerintahan Aung San Suu Kyi

FPCI menyerukan kepada pimpinan militer Myanmar untuk memastikan pembebasan tanpa syarat atas Aung San Suu Kyi dan rekan-rekan politiknya.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.