Harga Kedelai Melambung, Pelaku Usaha Tempe di Ciputat Sepakat Naikkan Harga Jual Mulai Senin

oleh -24 views

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejak Oktober 2020, harga kedelai terus meroket, dari mulai normalnya Rp 7.200 per kilogram, kini menjadi Rp 9.200 per kilogram.

Harga itu memukul para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang memproduksi tempe di Kampung Tempe, Jalan Wahid, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Ade, salah satu palaku usaha tempe di Kampung Tempe itu mengatakan, sejak Oktober, dirinya dan pengusaha tempe lainnya mulai mengecilkan ukuran tempe.

[embedded content]

Harga yang perlahan naik membuat mereka harus mengurangi ukuran tempe demi menutup ongkos produksi.

“Ukuran dikurangi sudah sejak Oktober. Kan pas Oktober harga mulai merangkak naik. Gimana solusinya tetap jalan, ukuran dikurangi,” kata Ade.

Produksi tempe di Kampung Tempe, Ciputat, Tangsel, Sabtu (2/1/2021).
Produksi tempe di Kampung Tempe, Ciputat, Tangsel, Sabtu (2/1/2021). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Namun cara tersebut nampaknya tidak berpengaruh terhadap harga kedelai.

Kacang kedelai terus meroket sampai hari ini. 

Mengecilkan ukuran hanya demi asal “dapur tetap ngebul” namun tidak menyelesaikan masalah utama.

Sementara pembeli terus mengeluh karena mereka harus membeli lebih banyak. 

Ade, Pelaku UKM tempe di Kampung Tempe, Jalan Wahid, Ciputat, Tangsel, Sabtu (2/1/2021).
Ade, Pelaku UKM tempe di Kampung Tempe, Jalan Wahid, Ciputat, Tangsel, Sabtu (2/1/2021). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *