Harga Kedelai Naik, Pedagang Mogok, Warga Tidak Bisa Makan Tempe Orek, Jokowi Diminta Turun Tangan

oleh -49 views

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kedelai kini jadi perbincangan hangat.

Harganya yang meroket membuat pengusaha tempe dan tahu menjerit.

Para pengusaha kompak menghentikan produksi.

Akibatnya tempe hilang dari pasaran.

Pengrajin tempe di Kawasan Kampung Sawah, Johar Baru, Jakarta Pusat, mengolah kedelai, Sabtu (2/1/2020). Sejumlah pengrajin tempe dikawasan itu, melakukan aksi mogok produksi imbas dari harga kedelai melonjak tinggi. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pengrajin tempe di Kawasan Kampung Sawah, Johar Baru, Jakarta Pusat, mengolah kedelai, Sabtu (2/1/2020). Sejumlah pengrajin tempe dikawasan itu, melakukan aksi mogok produksi imbas dari harga kedelai melonjak tinggi. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Berikut sejumlah fakta terkait harga kedelai yang terus melonjak hingga Presiden Jokowi diminta turun tangan.

Presiden Jokowi Diminta Turun Tangan

Pengusaha tempe di Bekasi, Jawa Barat, meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertindak atas harga kedelai naik tinggi.

Pasalnya, harga normal kedelai per kwintal Rp 680.000 saat ini menjadi Rp 930.000.

“Tolong pak menteri dan Pak Presiden Jokowi untuk bertindak, ini semakin hari semakin naik terus harga kedelai,” kata Saari (60), produsen tempe di Gang Mawar, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (3/1/2021).

Saari meminta, harga kedelai dapat ditekan hingga kembali ke normal.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *