Kisah Aisyah, Bocah di Tangsel Hidup Sebatang Kara Setelah Ibunya Wafat Karena Covid-19

oleh -31 views

TRIBUNNEWS.COM, TANGSEL – Ketua RT 01/18 Jalan Bhayangkara, Benda Baru, Pamulang, Kota Tangsel, Agung Nugroho, prihatin melihat kondisi Aisyah Alissa yang hidup sebatang kara. 

Rumah bercat biru dengan ukuran sekira 5 X 8 meter yang berlamat di Jalan Bhayangkara Blok E 26 Nomor 15, Kelurahan Benda Baru, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi saksi bisu dari keseharian almarhumah Rina Darmakusumah (44) bersama seorang anak perempuannya, Aisyah Alissa (10).

Rumah Aisyah yang terletak tepat di samping kediaman Agung Nugroho kini sepi dari aktifitas kesehariannya akibat covid-19.

Pasalnya, Rina selaku ibu dari Aisyah meninggal dunia akibat infeksi covid-19 yang dideritanya.

 Bocah perempuan, Aisyah Alissa, hidup sebatang kara usai sang ibunda meninggal akibat Covid-19.
Bocah perempuan, Aisyah Alissa, hidup sebatang kara usai sang ibunda meninggal akibat Covid-19. ()

Sementara, sang anak Aisyah sedang menjalankan karantina di Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangsel.

Dari pantauan Wartakotalive.com di lokasi, tepat di depan gang rumah terpasang bendara kuning yang telah kusam bertanda lingkungan tersebut sedang berduka.

Baca juga: 20 Januari: Penambahan Pasien Sembuh Covid-19 Sebanyak 9.755 Total 763.703 Orang

Baca juga: Ibunya Meninggal Karena Covid, Aisyah Kini Sebatang Kara dan Diantar Tetangga ke RLC Untuk Isolasi

Sedangkan, tepat di halaman rumah terpasang tenda sekitar 5 X 3 meter tanpa terlihat satupun aktifitas dari kediaman Aisyah dan almarhumah ibunya.

“Aisyah dan mamanya itu cuman (tinggal-red) berdua. Sabtu (16/1/2021) sore sekitar jam 5, Aisyah menangis dan minta bantuan ke Toko Madura terus orangnya lari ke tempat saya. Akhirnya saya masuk dan almarhum Ibu Rina itu sudah tergeletak di kamar dengan alas kasur, posisi kaki di bawah saat itu,” kata Agung kepada Wartakotalive.com saat ditemui di kediamannya, Pamulang, Kota Tangsel, Rabu (20/1/2021).

Agung mengatakan mendapati kondisi jasad yang telah Tergeletak itu, dirinnya meminta warga sekitar untuk tidak memasuki rumah duka.

Hal tersebut ditengarai untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran infeksi covid-19 di lingkungannya mengingat almarhumah sebelum meninggal dinyatakan sedang terpapar virus corona.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.