Komnas HAM: Terdengar Suara Tawa Laskar FPI Sebelum Baku Tembak dan Ada Keinginan Menyerang Balik

oleh -27 views

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, menyebutkan sempat ada suara tawa Laskar Front Pembela Islam (FPI) sebelum baku tembak dengan anggota kepolisian terjadi.

Tak hanya itu, dari voice note Laskar FPI yang dimiliki Komnas HAM, Taufan mengatakan sempat ada keinginan untuk menyerang balik.

Dikutip Tribunnews dari Kompas.com, Taufan mengatakan pernyataan serang balik itu diucapkan setelah ada Laskar FPI terkena tembakan.

“Setelah ada tembakan dan ada yang menangis terkena tembakan, “serang balik”, ada.”

“Sebelum ada tembakan, ada suara yang itu kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa,” terang Taufan dalam diskusi daring, Minggu (17/1/2021).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran bersama Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjawab pertanyaan wartawan usai dimintai keterangan di Menteng, Jakarta, Senin (14/12/2020). Selain Kapolda Metro Jaya, Komnas HAM juga menggali keterangan Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur Imran terkait tewasnya enam orang Laskar FPI. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran bersama Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjawab pertanyaan wartawan usai dimintai keterangan di Menteng, Jakarta, Senin (14/12/2020). Selain Kapolda Metro Jaya, Komnas HAM juga menggali keterangan Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur Imran terkait tewasnya enam orang Laskar FPI. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca juga: Jumlah Rekening FPI dan Afiliasinya yang Diblokir PPATK Bertambah Jadi 89 Rekening

Baca juga: Soal Insiden Polri-FPI, Murphi Minta Mahfud Tak Dahului Pengadilan

Diketahui, dari hasil penyelidikan mendalam, Komnas HAM menyebutkan ada indikasi pelanggaran HAM dalam tewasnya empat dari enam Laskar FPI yang terlibat baku tembak dengan polisi.

“Terdapat empat orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara yang kemudian juga ditemukan tewas,” ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2021).

“Peristiwa tersebut merupakan bentuk dari peristiwa pelanggaran hak asasi manusia,” kata Anam, dilansir Kompas.com.

Terkait hal ini, Taufan Damanik menyebutkan tidak ada indikasi pelanggaran HAM berat.

Hal ini ia sampaikan saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika memberikan berkas berisi kesimpulan investigasi pada Kamis (14/1/2021) lalu.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.