Kondisi Terbaru Kampung Miliarder Tuban, Bikin Sedih Presdir Pertamina Rosneft dan Dijaga Aparat

oleh -32 views

TRIB8UN-VIDEO.COM – Beberapa hari lalu, video yang merekam aktivitas warga di Kecamatan Jenu, Tuban beramai-ramai memborong mobil viral di media sosial.

Video tersebut diunggah pertama kali oleh salah seorang warga setempat bernama Tain, Minggu (14/2/2021).

Warga desa di Kabupaten Tuban mendadak kaya raya dan menjadi miliarder gara-gara pembebasan lahan proyek kilang minyak.

Siapa sangka proyek itu awalnya ditolak oleh warga pada tahun 2019.

Namun setelah menemui kecocokan, bak mendapatkan durian runtuh, warga desa itu kini bisa memborong ratusan mobil dalam waktu hampir bersamaan.

Kilang minyak di Kecamatan Jenu, Tuban itu merupakan proyek gabungan antara Pertamina dan Rosneft, perusahaan minyak dan gas asal Rusia.

Perusahaan gabungan itu dinamai PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia.

Berdasarkan kepemilikannya, Pertamina memiliki saham mayoritas dengan 55 persen, sisanya ialah saham Rosneft.

Proyek New Grass Root Refinery (NGRR) itu memiliki kapasitas 300.000 barrel per hari sehingga digadang-gadang bisa memperkuat kemandirian energi.

Menyusul diterimanya uang pembayaran tanah, fenomena menarik muncul.

Warga satu desa di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menjadi beramai-ramai membeli mobil secara bersamaan.

Tak tanggung-tanggung, terhitung ada 176 mobil yang dibeli.

Bahkan ada satu orang yang membeli dua hingga tiga mobil.

Kepala Desa Sumbergeneng Gihanto membenarkan hal tersebut.

“Ya memang kondisinya begitu, dapat uang lalu beli mobil, ada juga yang dibelikan tanah lagi maupun bangunan rumah juga,” kata dia.

Presdir Pertamina-Rosneft Sedih

Kondisi warga yang beramai-ramai memborong mobil rupanya menimbulkan kesedihan dan keprihatinan di hati Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia, Kadek Ambara Jaya.

Ia menilai, pembayaran ganti untung tersebut digunakan secara kurang tepat.

Jika warga akhirnya jatuh miskin karena tak mampu mengelola keuangan, Kadek pun merasa ikut bersalah.

“Kalau ini (terancam miskin) terjadi, saya yang salah karena tidak mengawal dan mendampingi mereka,” ujar dia.

Langkah selanjutnya, PT Pertamina Rosneft akan melakukan pemetaan kondisi warga desa tersebut dengan menggandeng tim khusus.

“Kita akan gandeng tim riset dari Lembaga Antropologi Untuk Riset dan Analisa dalam rangka membangun cetak biru CSR (corporate social responsibility) perusahaan berbasis kearifan lokal,” ungkap dia.

Perusahan juga akan memberikan pembinaan hingga warga memiliki keterampilan yang baik.

Kemudian, warga khususnya para penggarap lahan, akan diajak bergabung dalam pekerjaan padat karya.

Wilayah Dijaga Aparat Keamanan

Semenjak warga menerima uang pembebasan tanah dengan nilai miliaran, anggota TNI-Polri ikut terjun mengamankan wilayah.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas di desa tersebut.

“Mungkin aja kan mereka yang membeli mobil itu enggak punya garasi. Mereka kita kasih imbauan agar memastikan keamanan dirinya dan hartanya,” kata Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono.

Babinsa Desa Sumurgeneng Serka Heri Purnomo memastikan, dirinya dan sejumlah personel berpatroli hampir setiap hari.

“Sejak ada pembebasan lahan pembangunan kilang minyak, saya hampir setiap hari standby di desa,” tutur dia.

Heri menjelaskan dirinya bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ( Bhabinkamtibmas), rutin berkomunikasi dengan warga untuk mengetahui kondisi terkini.

“Saya dan pak Bhabinkamtibmas selalu siaga dan handphone saya on terus 24 jam untuk warga,” ujarnya.

Untuk mencegah aksi-aksi yang merugikan, Kepala Polisi Resor Tuban AKBP Ruruh Wicaksono menyampaikan bakal meningkatkan patroli keamanan di tiga desa itu.

Patroli keamanan tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli dari anggota Bhabinkamtibnas bersama Babinsa akan ditingkatkan.

Tetap Pergi ke Sawah

Meski sudah menjadi miliarder setelah mendapat ganti untung jual tanah ke Pertamina, sejumlah warga Desa Sumurgeneng, Tuban, masih beraktivitas sebagai petani.

Salah satunya Ali Sutrisno (37) yang baru saja mendapat uang Rp 17 miliar menjual tanah ke Pertamina.

“Saya dapat Rp 17 miliar dari jual 2,2 hektar lahan. Tetapi kita tetap bertani,” katanya, seperti dilansir dari Surya.co.id, Kamis (18/2/2021).

Ali mengakui, uang tersebut dia belikan tiba mobil, membangun rumah dan membeli tanah di tempat lain.

Selain itu, sebagian uang dia masukan ke bank untuk deposito.

Ali menambahkan, meski sudah berkecukupan, tidak berarti harus menghilangkan pekerjaan sebagai petani.

“Ya tetap bertani, seperti sekarang jemur jagung,” katanya.

Sementara itu, tindakan yang sama juga dilakukan oleh Wantono yang menerima 24 miliar dari hasil jual tanah.

“Ya masih tetap bertani, karena memang dari kecil bertani,” katanya. Saat ditemui, Wantono masih terlihat beraktivitas menjemur jagung hasil panennya di halaman.

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.