Konsorsium Pembaruan Agraria Kritik Program Food Estate

oleh -50 views

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menilai program Food Estate yang tengah disiapkan pemerintah merupakan ancaman terbaru terkait perampasan tanah.

Menurut Sekjen KPA Dewi Kartika hal itu karena besarnya lahan yang perlu disiapkan untuk program tersebut.

Berdasarkan catatan KPA di tahun 2020 setelah dilakukan revisi kebijakan terhadap food estate, kata Dewi, ditargetkan ada lima wilayah yang akan menjadi sentra dan pengembangan food estate atau lumbung pangan nasional tersebut.

Untuk itu, kata Dewi, sudah disiapkan lahan seluas 2,5 juta hektar lebih yang di tahap pertama akan dijalankan di Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas Pulau Pisang seluas 168 ribu hektar.

Baca juga: Jokowi Minta Para Kepala Daerah Dukung Pembangunan Food Estate di Wilayahnya

Dewi mengatakan di tahap pertama yang dilakukan di Sumatera Utara sudah menimbulkan konflik agraria dengan wilayah adat di Humbang Hasundutan.

Selain itu program tersebut juga akan dilakukan di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Pak Pak Barat dengan total lahan di Sumatera Utara untuk food estate seluas 60 ribu hektar.

Kemudian, kata Dewi, secara bertahap, tahap duanya akan dilakukan di Papua, NTT, dan di Sumatera Selatan.

Baca juga: 6x Lebih Banyak Kaldu, Kaldu Blok Indofood Buat Masakan Ibu jadi Lebih Gurih dan Mantap!

“Jadi kita melihat food estate ini menjadi ancaman terbaru adanya perampasan tanah skala besar karena penyediaan lahan yang begitu besar juga,” kata Dewi saat konferensi pers secara daring pada Rabu (6/1/2021).

Dewi mengatakann KPA juga mencatat program tersebut merupakan bentuk korporatisasi pangan yang masuk menjadi prioritas PSN di era Presiden Jokowi.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.