Menko PMK Cerita Soal Minimnya Akses Belajar di Nduga Papua

oleh -28 views

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menceritakan minimnya akses pendidikan di wilayah terpencil dengan adanya pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Selama masa pandemi covid-19 akhirnya pemerintah menyadari bahwa terjadi ketimpangan akses pendidikan yang sangat terlihat jauh, setelah mau tidak mau PJJ diberlakukan untuk mengurangi penyebaran virus.

Salah satunya di Kabupaten Nduga, zona merah di Papua yang pernah terjadi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan pernah dikunjungi Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu terkait proyek jalan Trans Papua.

Menko PMK menceritakan kondisi yang memprihatinkan di wilayah itu bahkan sebelum pandemi merebak.

Ia bercerita bahwa dia mungkin satu-satunya menteri yang berkunjung ke Kabupaten Nduga.

Baca juga: Kebakaran di Kabupaten Barru Sulsel, 7 Rumah Hangus, Seorang Penghuninya Tewas

“Dengan adanya pandemi justru jadi tantangan, karena terjadi disparitas akses dan kemampuan daya serap belajar anak di Indonesia, sebagai ilustrasi di Papua, di Kabupaten Nduga,” kata Menko PMK pada webinar Universitas Terbuka, Minggu (7/2/2021).

Menko Muhadjir menceritakan bahwa Kabupaten Nduga berada di wilayah perbukitan dimana anak-anak menurutnya tidak mendapat fasilitas belajar yang memadai seperti di Kota.

Bahkan wilayah itu tidak memiliki dokter.

“Karena wilayah itu bergejolak, dokter pada lari, bidan pun jumlahnya bisa dihitung. Kondisi kesehatan anak sekolah sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *