Menristek: Uji Klinis Tahap Satu Vaksin Merah Putih Paling Cepat Pertengahan Tahun 2021

oleh -20 views

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan uji klinis Vaksin Merah Putih paling cepat bakal dilaksanakan pada pertengahan tahun 2021 ini.

Terdapat sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset yang saat ini melakukan pengembangan vaksin Covid-19.

Lembaga dan kampus yang akan melakukan uji klinis pada pertengahan tahun ini, menurut Bambang, adalah yang paling telah menemukan bibit vaksin.

Baca juga: Menkes Berharap Rampungnya Vaksinasi Dosis ke Dua pada Presiden dapat Motivasi Nakes

“Beberapa platform yang relatively paling cepat di tahapan laboratorium sampai penemuan bibit vaksin. Paling cepat uji klinis tahap satu itu, mungkin sesudah atau sekitar pertengahan tahun ini,” ujar Bambang dalam Review Kinerja dan Outlook Kemenristek/BRIN di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (27/1/2021).

Bambang menjelaskan bahwa proses pengembangan selanjutnya setelah penemuan bibit vaksin, sebenarnya dilakukan oleh perusahaan farmasi.

Lembaga riset dan perguruan tinggi berperan dalam menemukan bibit vaksin. Proses selanjutnya dilakukan oleh perusahaan farmasi.

“Setelah itu kendali ada di pabriknya, ada di Bio Farma,” ungkap Bambang.

Baca juga: 206 Ulama Meninggal Karena Covid-19, Vaksinasinya Akan Diprioritaskan

Setelah penemuan bibit vaksin, perusahaan farmasi melakukan purifikasi, lalu scaling up dari bibit vaksin dan uji preklinik.

Baru setelah itu melakukan uji klinis dan uji klinis. Dalam uji klinis terdapat persyaratan, harus memiliki ethical clearance hingga izin dari BPOM.

“Jadi memang kendali waktu, setelah kami menyerahkan bibit vaksin. Katakan sekitar bulan Maret itu akan lebih banyak di sisi manufacturing,” pungkas Bambang.

Saat ini vaksin Merah Putih dikembangkan oleh enam lembaga dalam negeri, yakni LBM Eijkman, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.

Enam lembaga tersebut mengembangkan vaksin Covid-19 dengan metode yang berbeda. Eijkman mengembangkan dengan platform protein rekombinan, UI dengan platform DNA, MRNA, dan virus-like particle.

Sementara Universitas Airlangga adenovirus, ITB juga adenovirus, sementara Universitas Gajah Mada menggunakan protein rekombinan dan LIPI juga dengan protein rekombinan.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.