Mentan Siap Genjot Produksi Kedelai Lokal

oleh -46 views

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan dan pihak asosiasi importir kedelai menyepakati harga Rp 8.500 per kilogram.

Harga ini diperuntukan bagi para produsen tahu tempe, dengan skema distribusi dari importir langsung ke tangan produsen.

Meskipun sadar kedelai impor jadi pilihan utama karena harga lebih murah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tetap mendorong para pengrajin tahu tempe menggunakan kedelai lokal.

Baca juga: Gelar Operasi Pasar, Kementan Patok Harga Kedelai Impor Rp 8.500 Per Kilogram

Pasalnya kata dia, kedelai lokal punya sejumlah keunggulan yaitu kualitas yang lebih baik dan lebih manis ketimbang kedelai impor.

“Kami siapkan pasokan kedelai kokal, produksi kita genjot. Kedelai kita pendek-pendek, manis dan disukai masyarakat sehingga ke depan dorong budidayanya,” kata Syahrul dalam Operasi Pasar Pengendalian Kedelai di Lapangan Kopti Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (7/1/2021).

Berkenaan dengan adanya margin harga kedelai lokal dan impor, Kementerian Pertanian bersama stakeholder terkait memfokuskan program tahun 2021 dalam upaya peningkatan produksi kedelai.

Baca juga: Tinjau Produksi Tahu Tempe di Lapangan, Mentan Terima Keluhan Harga Kedelai Naik

Peningkatan atau melimpahnya produksi lokal bahan baku tahu tempe itu, diharapkan berdampak pada tipisnya margin harga kedelai lokal dengan impor. Sehingga harga kedelai lokal yang terjangkau bisa dilirik oleh para pengrajin tahu tempe.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, hal ini untuk penuhi kebutuhan pengrajin tahu tempe. Kita carikan jalan keluarnya agar harga tahu tempe dengan kedelai lokal harganya terjangkau,” ucap dia.

Agenda peningkatan produksi kedelai lokal juga masuk dalam rangkaian program SOS inisiasi Kementerian Pertanian.

Program ini punya tujuan memulihkan dan menciptakan keseragaman harga kedelai di Indonesia.

Di samping itu, program ini juga sebagai upaya mendekatkan ketersediaan kedelai bagi para pengrajin tahu tempe di dalam dan di luar Pulau Jawa.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengatakan selama 100 hari ke depan pihaknya akan mengupayakan harga Rp 8.500 per kilogram sebagai harga nasional kedelai impor. Beriringan, Kementan turut menggencarkan penguatan pembibitan kedelai lokal di daerah.

Selama ini kata Syahrul, produksi kedelai lokal di Indonesia sebesar 450 ribu kilogram. Tapi angka ini akan terus diupayakan meningkat seiring dengan terlaksananya program SOS.

“Tentu saja 100 hari pertama pembibitan harus lebih kuat. Sebagian untuk kita makan, sebagian langsung ditabur untuk 100 hari kedua. Saya bisa ukur berapa hasilnya,” tegas Syahrul.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.