Misteri 4 Menit dan 11 PanggilanTak Dijawab Sriwijaya Air SJ182 sebelum Jatuh, ATC Ungkap Percakapan

oleh -17 views

TRIBUN-VIDEO.COM – Direktur Utama AirNav Indonesia, mengungkapkan bagaimana empat menit terakhir percakapan ATC dengan pilot Sriwijaya Air SJ182.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa pihak ATC sempat memanggil sang pilot sampai 11 kali sebelum pesawat tersebut mengalami kecelakaan pada Sabtu (9/1/2021).

Hal itu dilakukan ATC untuk mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya pesawat saat penerbangan.

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Utama AirNav Indonesia Pramintohadi Sukarno mengungkap, air traffic controller (ATC) Bandara Soekarno Hatta berkali-kali mengupayakan untuk mendapatkan kabar soal Sriwijaya Air SJ182.

Pramintohadi mengatakan, upaya yang sama juga dilakukan oleh beberapa penerbangan lainnya tetapi tidak memperoleh respons dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

“ATC berusaha memanggil berulang kali sampai 11 kali, kemudian juga dibantu oleh beberapa penerbangan lain antara lain Garuda untuk mencoba melakukan komunikasi dengan SJ 182 namun tidak ada respons,” kata Pramintohadi.

Dalam rapat tersebut, Pramintohadi juga mengungkap kronologi perjalanan pesawat sejak lepas landas hingga akhirnya hilang dari radar.

Ia menuturkan, pesawat rute Jakarta-Pontianak itu lepas landas pada pukul 14.36 WIB dari runway 25 Bandara Soekarno-Hatta untuk bertolak ke Bandara Supadio Pontianak.

Setelah lepas landas, pesawat itu telah melewati ketinggian 1.700 kaki dan diinstruksikan untuk naik ke ketinggian 29.000 kaki mengikuti standar alur keberangkatan.

Pada pukul 14.38 WIB, pesawat melewati ketinggian 7.900 dan meminta arah 075 derajat kepada ATC karena alasan cuaca.

“Diizinkan oleh ATC dan diinstruksikan naik ke ketinggian 11.000 kaki. dan ini memang dijawab oleh pilot clear,” kata Pramintohadi.

Ia mengatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 diminta naik ke ketinggian 11.000 kaki karena pada ketinggian yang sama ketika itu ada pesawat Air Asia yang juga bertujuan ke Pontianak.

Kemudian pada pukul 14.39 WIB, pesawat yang berada di ketinggian 10.600 kaki merespons baik diinstruksikan agar naik ke ketinggian 13.000 kaki.

“Selama proses dari jam 14.36 sampai 14.39, tidak ada laporan pesawat dalam kondisi tidak normal. Jadi ini semua berlangsung dengan nromal,” ujar dia.

Tiba-tiba, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 terpantau berbelok ke arah kiri atau barat laut padahal seharusnya pesawat itu belok ke kanan di posisi 075 derajat.

Pukul 14.00 WIB, pihak ATC mengonfirmasi arah pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tetapi tidak ada respons dan diikuti dengan hilangnya Sriwijaya Air SJ 182 dari layar radar.

Setelah itu, barulan pihak ATC berusaha memanggil pilot sebanyak 11 kali tetapi tak direspons hingga akhirnya diketahui bahwa pesawat itu mengalami kecelakaan.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Pesawat itu mengangkut 62 orang yang terdiri dari enam kru aktif, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “AirNav Ungkap ATC Sempat 11 Kali Panggil Sriwijaya Air SJ 182 tapi Tak Ada Respons”,

https://nasional.kompas.com/read/2021/02/03/18503031/airnav-ungkap-atc-sempat-11-kali-panggil-sriwijaya-air-sj-182-tapi-tak-ada?

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *