Pasien Covid-19 di Bangka Depresi Lalu Bunuh Diri, Karena Rumah Sakit Telah Penuh?

oleh -34 views

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA – Terungkap sudah penyebab TA (30) pria asal Pulau Bangka nekat mengakhiri hidup sendiri setelah menjalani 10 hari isolasi mandiri.

TA disebut depresi karena hanya menjalani perawatan di rumah, karena rumah sakit di Kota Pangkalpinang telah penuh.

Rumah sakit tak mampu menampung pasien Covid-19.

Warga yang positif Covid-19 harus menjalani isolasi mandiri.

Fakta itu ditemukan dalam kasus meninggalnya TA, warga Selindung Lama Kota Pangkalpinang positif Covid-19 yang meninggal setelah gantung diri saat menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: BREAKING NEWS Kasus Corona Indonesia 9 Januari 2021: Bertambah 10.046 Kasus, Total 818.386 Positif

Sebelumnya, TA melakukan test swab antigen pada 29 Desember 2020 di salah satu klinik di wilayah Bangka Belitung.

Hasil swab antigen itu adalah positif.

“Kenapa dilakukan test swab antigen ini karena beliau ini merupakan supir kepala bank yang ada di wilayah Babel, yang terkonfirmasi positif,” ujar Mikorn.

Kemudian tanggal 6 Januari 2021, lanjut Mikron, yang bersangkutan pergi ke rumah sakit umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang untuk pemeriksaan.

Kata Mikron, berdasarkan hasil pemeriksaan di rumah sakit dan hasil rontgen yang disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, dr. Fauzan, ada gejala pneumonia di paru-paru TA.

Baca juga: Kecemasan soal Vaksin COVID-19, Gus Jazil: Kalau Presiden Divaksin Pertama, Pasti Aman

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *