PDIP Kerap Dicap Sebagai Partai Anti-Ulama, Ini Respons Hasto Kristiyanto

oleh -36 views

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ulama kondang Gus Miftah mempertanyakan tudingan terhadap PDI Perjuangan (PDIP) yang kerap dianggap sebagai anti-ulama dan pendukung kriminalisasi ulama.

Hal itu ditanyakannya kepada Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara peringatan hari lahir (harlah) ke-95 Nahdatul Ulama (NU) yang dilaksanakan DPP PDIP dan disiarkan secara virtual, Minggu (31/1/2021).

Awalnya Gus Miftah mempertanyakan bagaimana PDIP melihat soal hadirnya kelompok intoleran.

Menjawab pertanyaan tersebut, Hasto mengatakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu mengajarkan kader partai untuk berpolitik dengan keyakinan, menebar kebaikan, dan santun.

Maka terhadap kelompok intoleran, PDIP memilih bahwa peran negara yang harus benar-benar muncul.
Menurutnya negara Indonesia sejak awal dibangun untuk semua.

Baca juga: Megawati: Jika PDIP Terus Berjalan Beriringan dengan NU, Segala Ancaman Kebangsaan Bisa Diatasi

“Bagaimana negara kita dibangun untuk semua. Dan itu diatur jelas di sila ketiga persatuan indonesia. Yang intinya adalah kebangsaan. Kebangsaan itu intinya semua sama, punya hak dan kewajiban yang sama,” kata Hasto.

“Ketika Indonesia merdeka, tak ada itu dibeda-bedakan, apa sukumu, apa agamamu, apa status sosialmu, apa jenis kelaminmu. Setiap warga negara sama. Semua sama. Maka itulah yang dikembangkan oleh PDI Perjuangan, sikap toleran sebagai penjaga Pancasila,” lanjut Hasto.

Lantas, Gus Miftah mempertanyakan PDIP yang kerap dianggap partai anti-ulama.

“Tapi kan selama ini PDI Perjuangan disebut antiulama?” tanya Gus Miftah.

Baca juga: Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj Harap NU dan PDIP Terus Solid Jaga NKRI

“Tak ada itu. Buktinya banyak kepala daerah kami dari elemen keagamaan seperti NU. Tak ada kebenaran istilah PDI Perjuangan itu Anti-Islam atau pelaku kriminalisasi ulama,” jawab Hasto.

Hasto menjelaskan, yang harus dipahami adalah bahwa dahulu pernah ada proses de-Soekarnoisasi di mana segala sejarah soal Bung Karno ditutup rapat.

Belakangan, Hasto mengaku dirinya pribadi bertemu banyak ulama NU.

Baca juga: PDIP Rayakan Harlah NU ke-95, Bakal Dihadiri Megawati, Hasto Kristiyanto Hingga Gus Miftah

Para kiai itu menyampaikan bahwa Soekarno adalah seorang NU dan santri.

“Bahkan Bung Karno diberi gelar Pahlawan Pembebas Bangsa-bangsa Islam. Karena kemerdekaan Maroko, Aljazair, Tunisia, itu mendapat dukungan penuh oleh Bung Karno,” kata Hasto.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.