Perubahan iklim: Cuaca ekstrem sebabkan kerugian besar pada 2020, mencapai setidaknya Rp1,4 kuadriliun

oleh -43 views

Dunia terus menerus membayar harga mahal untuk cuaca ekstrem yang terjadi pada 2020, menurut laporan dari badan amal Christian Aid.

Dengan latar belakang perubahan iklim, studi yang dilakukan Christian Aid mencantumkan 10 peristiwa yang menyebabkan ribuan nyawa melayang dan biaya asuransi besar.

Enam peristiwa terjadi di Asia, dengan banjir di China dan India menyebabkan kerusakan lebih dari US$40 miliar, atau sekitar Rp567,3 triliun.

Di AS, badai dan kebakaran hutan menyebabkan kerugian sekitar US$60 miliar, atau setara Rp850,9 triliun.

Sementara dunia masih berjuang mengatasi pandemi virus corona, jutaan orang juga harus menghadapi dampak peristiwa cuaca ekstrem.

Daftar sepuluh badai, banjir dan kebakaran menelan biaya paling sedikit US$1,5 miliar (Rp21,2 triliun) – dengan sembilan dari 10 menelan biaya setidaknya US$5 miliar (Rp70,9 triliun).

Musim hujan yang tak biasa dikaitkan dengan beberapa badai paling merusak di Asia, yang menyebabkan sejumlah kerugian terbesar.

Selama beberapa bulan, banjir besar di India menyebabkan lebih dari 2.000 kematian dengan jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.

Nilai kerugian yang diasuransikan diperkirakan mencapai $10 miliar (Rp141,8 triliun).

Goni

Reuters
Topan Goni meluluhlantakkan Filipina ketika menerjang pada November.

China menderita kerugian finansial yang lebih besar akibat banjir yang berlangsung antara Juni dan Oktober tahun ini, mencapai sekitar US$32 miliar (Rp453,8 triliun).

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.