Pipa Gas di Cakung Bocor Akibat Komponen Seharga Rp 40 Juta Dicuri, Tiga Pelakunya Diringkus Polisi

oleh -59 views

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tiga pencuri alat pengatur volume gas di Stasiun Gas Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, diringkus polisi, Selasa (5/1/2021).

Adapun ketiga pelaku yang diamankan masing-masing Andrew Marlond Yosua (22), Muhammad Dicky Saputra (20), dan Nano Saputra (21).

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardian Rishadi mengatakan akibat ulah pelaku menyebabkan jaringan pipa milik PGN untuk keperluan industri di kolong Tol JORR, Jalan Komarudin, Kelurahan Cakung Barat bocor dan membahayakan warga sekitar.

Baca juga: Terkait Sengketa Pajak dengan Direktorat Jenderal Pajak, Ini Penjelasan PGN

“Akibatnya jaringan pipa milik PGN untuk keperluan industri di sekitar lokasi bocor dan membahayakan warga,” kata Arie di Mapolsek Cakung, Jakarta Timur, Selasa (5/1/2021).

Ketiga pelaku diringkus setelah warga sekitar yang mencium bau gas bocor dari jaringan pipa gas sekira pukul 05.00 WIB lalu dilaporkan ke aparat.

Setelah mendapat laporan, jajaran Polsek Cakung dan Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur sempat mengira gas bocor.

Baca juga: Jaga Pengamanan Obvitnas Lampung, PGN Kerja Sama dengan Polda Lampung

“Setelah kita koordinasi dengan PGN dan Damkar diketahui kebocoran akibat bagian volume korektor yang dicuri ketiga pelaku sebelumnya. Pelaku beraksi sekira 03.00 WIB,” ujarnya.

Arie menuturkan ketiga pelaku mencuri volume korektor karena tergiur harga yang mencapai Rp 40 juta.

Barang tersebut rencananya dijual ke penadah.

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.