Reaksi Pemimpin Dunia Soal Rusuh di Capitol AS, Jerman: Trump Harus Berhenti Injak-injak Demokrasi

oleh -78 views

TRIBUNNEWS.COM – Para pemimpin dunia pada Rabu (06/1/2021) menyatakan terkejut dan prihatin atas tindakan kerusuhan yang ditimbulkan oleh massa pendukung Presiden Donald Trump, yang menyerbu masuk ke Gedung Capitol Amerika Serikat (AS), untuk membatalkan pengesahan kemenangan hasil pilpres AS.

Aksi ini memicu kekacauan dan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di jantung demokrasi Amerika dan tuduhan bahwa presiden tersebut mencoba melakukan kudeta.

Petugas polisi pun berjaga-jaga saat pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS.

Hal tersebut memancing tanggapan dari pemimpin di berbagai negara.

Baca juga: FOTO-FOTO Situasi Capitol AS, Massa Bentrok dengan Polisi Anti Huru Hara di Luar Gedung

Baca juga: Sosok Ashli Babbitt, Pendukung Fanatik Trump yang Ditembak Mati Aparat Saat Demo di Capitol Hill

Pendukung Presiden AS Donald Trump terlihat dari balik perancah saat mereka berkumpul di luar Rotunda Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC. Demonstran melanggar keamanan dan memasuki Capitol saat Kongres memperdebatkan Sertifikasi Suara Pemilihan presiden 2020.
Pendukung Presiden AS Donald Trump terlihat dari balik perancah saat mereka berkumpul di luar Rotunda Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC. Demonstran melanggar keamanan dan memasuki Capitol saat Kongres memperdebatkan Sertifikasi Suara Pemilihan presiden 2020. (Olivier DOULIERY / AFP)

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini Tribunnews rangkum beberapa reaksi para pemimpin dunia atas insiden kerusuhan di Capitol AS pada Rabu (6/1/2021):

Jerman

Dilansir Tribunnews dari BBC, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan insiden kerusuhan di Gedung Capitol merupakan penghinaan terhadap demokrasi.

“Musuh-musuh demokrasi akan bersukacita atas insiden tak terbayangkan dari #WashingtonDC,” cuit Mass di Twitternya.

“Kata-kata menghasut berubah menjadi tindakan kekerasan -di tangga Reichstag (Gedung Parlemen Jerman) dan sekarang di #Capitol. Penghinaan terhadap institusi demokrasi memiliki efek yang menghancurkan.”

“Trump dan pendukungnya harusnya menerima keputusan pemilih Amerika dan berhenti menginjak-injak demokrasi,” tambah Maas.

Heiko Maas
Heiko Maas (SPD), Menteri Luar Negeri, mengenakan pelindung mulut-hidung pada akhir konferensi pers tentang pertemuan virtual informal para menteri luar negeri negara-negara anggota perjanjian nuklir Wina – JCPoA.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani

Editor: Muhammad Renald Shiftanto

Ikuti kami di

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *