Sebut Kecelakaan Maut di Pasar Minggu sebagai ‘Road Rage’, Pengamat: Jangan Fokus pada 1 CCTV

oleh -75 views

TRIBUNNEWS.COM – Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, berkomentar mengenai kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor pada Jumat (25/12/2020).

Reza menyebut kejadian tersebut sebagai road rage.

“Terjemahan bebasnya (road rage) yaitu amarah di jalan raya, murka di balik kemudi,” ungkap Reza kepada Tribunnews.com, Senin (28/12/2020).

Reza berharap kepolisian tak hanya berfokus pada satu individu.

“Satu tersangka sudah ditetapkan. Namun karena dalam peristiwa road rage Pasar Minggu ada dua pengemudi, maka penyelidikan sepatutnya tidak berfokus pada satu individu saja.”

“Juga, tidak mengandalkan episode yang terekam oleh satu CCTV saja,” ungkapnya.

[embedded content]

Baca juga: Fakta-fakta Baru Kecelakaan Maut di Pasar Minggu: Soal Pemukulan hingga Pengakuan Tersangka

Reza menyebut, polisi perlu merunut ke belakang hingga ke titik awal perjumpaan kedua pengemudi tersebut.

“Cermati kondisi masing-masing pengemudi. Misalnya kemungkinan pengaruh miras, narkoba, kurang tidur, kepribadian (agresif menetap maupun sesaat), dan pola pengekspresian amarah,” ungkapnya.

Selain itu, faktor situasi seperti cuaca, kondisi mesin, posisi kendaraan-kendaraan lain, dan interaksi antara dua pengemudi dinilai Reza perlu dicermati.

“Interaksi antar individu semakin relevan untuk dicek, mengingat road rage lazimnya didahului provokasi eksternal.”

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.