Seorang Oknum PNS Rudapaksa Anak Kandungnya yang Masih TK, Awalnya Jemput Korban di Sekolah

oleh -35 views

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

TRIBUNNEWS.COM – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh berinisial SU (46) tega merudapaksa anak kandungnya sendiri, Kembang (4) bukan nama sebenarnya.

Aksi bejat pelaku itu dilakukan berawal saat dirinya menjemput korban yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) di sekolah, Kamis (14/1/2021).

Perbuatan bejat pelaku terbongkar saat korban mengeluh sakit di bagian sensitifnya.

Saat menjemput korban di sekolah para guru tak menaruh curiga terhadap korban.

Karena para guru yang ada di TK tempat korban sekolah merasa mengenal tersangka SU, sebagai ayah kandung korban.

Sehingga besar dugaan para guru yang ada di sana mengizinkan saat oknum PNS itu menjemput Kembang dari sekolahnya.

Terkait tersangka SU yang menjemput korban pada saat itu dari sekolahnya, diketahui dari keterangan seorang guru di TK tersebut kepada ibunya yang datang ke sekolah sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Oknum PNS di Aceh Rudapaksa Anak Kandung, Organ Intim Korban Ada Luka Lecet dan Pelaku Masih Bantah

Baca juga: Seorang Anak di Bawah Umur Dirudapaksa 5 Remaja di Lapangan, Korban Datang karena Hendak Diberi Uang

Lalu, diketahui juga tersangka SU membawa Kembang, anaknya itu ke rumah mereka di salah satu gampong dalam Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

“Tersangka SU dan istrinya itu selama ini sudah pisah rumah, karena ada permasalahan internal dalam rumah tangga mereka,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Ryan Citra Yudha, SIK, Rabu (17/2/2021).

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *