Setelah Nyanyikan ‘Halo-Halo Bandung’, Aksi Buruh Tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Monas Bubar

oleh -37 views

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setelah menyanyikan Halo-Halo Bandung dan Padamu Negeri, puluhan buruh dari buruh dari oganisasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang menggelar aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja membubarkan diri dengan tertib.

Orator di mobil komando mengatakan lagu tersebut dinyanyikan untuk mengingatkan para peserta aksi bahwa perjuangan belum selesai hingga Undang-Undang tersebut dibatalkan.

Baca juga: FSPMI-KSPI Upayakan Jalur Uji Materil dan Uji Formil untuk Batalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja

Baca juga: Buruh Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Kawasan Monas, Angkat Keranda Hingga Cat Tubuh

“Lagu ini kita nyanyikan untuk mengingatkan kita semua. Kita tidak akan berhenti berjuang sampai Omnibus Law Cipta Kerja dibatalkan,” kata orator di kawasan Silang Monas Barat pada Selasa (29/12/2020).

Aksi tersebut diketahui berlangsung sejak sekira pukul 10.00 WIB.

Setelah menyampaikan aspirasinya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Sekira pukul 13.00 WIB kawasan tersebut telah tampak sepi.

Sebelumnya, puluhan buruh dari oganisasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berunjuk rasa di kawasan Silang Monas Barat Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat pada siang ini Selasa (29/12/2020).

Tampak sejumlah peserta unjuk rasa mengangkat keranda jenazah berwarna hitam.

“Keranda itu adalah simbol matinya rasa keadilan dari pemerintah,” kata orator di lokasi pada Selasa (29/12/2020).

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.