Terbongkar Penggunaan Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu, Legislator PDIP: Kebangetan 

oleh -18 views

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Temuan dugaan penggunaan alat rapid antigen  bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, menggegerkan banyak pihak. 

Tak terkecuali bagi anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rahmad Handoyo.

Rahmad menilai oknum-oknum pelaku yang memberikan alat rapid antigen bekas ini sangatlah kebangetan atau keterlaluan. 

“Kalau benar-benar ini terjadi berarti sangat kebangetan (bahasa Jawa dari ‘keterlaluan’, – red) jika alat tes yang hanya sekali pakai bisa dipakai orang lain. Logika bagaimanapun ini kan sekali pakai ya. Apalagi ini di era pandemi yang seharusnya lebih memperhatikan hal semacam itu,” ujar Rahmad, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (28/4/2021). 

Menurutnya, kasus ini termasuk kasus yang sangat serius. Sebab berpotensi menimbulkan penularan Covid-19 semakin meluas. 

Padahal, kata dia, alat tes sekali pakai semacam rapid antigen pun harus dibuang dengan menggunakan mekanisme AMDAL karena memiliki potensi menularkan. 

Oleh karena itu, Rahmad meminta agar aparat penegak hukum segera mengusut kasus ini dan mencari pihak yang bertanggung jawab. 

Baca juga: Satgas Covid-19 Tak Mentolerir Aksi Oknum Pakai Alat Swab Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

“Masalah ini sangat serius. Kita harus tangani dan selesaikan secara tuntas siapa yang bertanggung jawab dan disanksi. Jangan sampai masalah ini kemudian hari menimbulkan masalah lain,” kata dia. 

“Harus diusut tuntas dan ini sangat membahayakan masyarakat. Aparat penegak hukum harus turun tangan mendalami masalah ini karena menimbulkan keresahan di masyarakat,” imbuh Rahmad. 

Source

Tentang Penulis: Redaksi 0307

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at tribun.anasibrahim.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *